RSS

sustainable agriculture


SUSTAINABLE AGRICULTURE

            Menurut Gordon McClymont, seorang ilmuan pertanian dari Australia, Sustainable Agriculture atau Pertanian Berkelanjutan adalah tindakan pertanian menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu studi yang mempelajari tentang hubungan antara organisme dan lingkungan. Pertanian berkelanjutan merupakan pertanian yang berlanjut untuk saat ini, yang akan datang, dan selamanya. Karakteristik dari jenis pertanian ini adalah untuk konservasi dan pelestarian lahan pertanian, melestarikan keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan secara ekonomis.
            Konservasi dan pelestarian lahan pertanian tidak lepas dari mempertahankan fungsi ekologi pertanian. Saat ini, terjadi kerusakan jangka panjang pada tanah pertanian yang disebabkan karena berlebihan dalam pengolahan tanah (dapat mengakibatkan erosi) dan irigasi tanpa drainase yang memadai (mempengaruhi salinitas). Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat kegiatan atau pengolahan yang dilakukan terhadap tanah dapat mempengaruhi sifat tanah untuk waktu berikutnya. Banyak petani menggunakan pupuk kimia yang banyak mengandung garam dalam mengolah lahan pertanian. Zat kimia yang ada di dalam pupuk bila digunakan terus menerus akan mengalami penumpukan di dalam tanah. Sehingga dapat menyebabkan polusi dan tanah kehilangan kesuburannya serta mempengaruhi ekosistem pertanian. Untuk mengurangi polusi dan penumpukan zat kimia di dalam tanah, petani dapat menggunakan pupuk organik dari daur ulang limbah tanaman atau kotoran hewan ternak. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menutup tanah menggunakan tanaman atau mulsa organik. Selain itu, melakukan rotasi tanaman jangka panjang menggunakan tanaman legum seperti jenis kacang-kacangan atau alfalfa untuk mengembalikan kesuburan tanah. Akar tanaman legum membentuk simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen yang disebut Rhizobia. Saat ini mulai dikembangkan rekayasa genetik pada tanaman untuk mengikat nitrogen di udara atau memperbaiki nitrogen dalam tanah tanpa simbiosis dengan mikroba.
            Air merupakan salah satu Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga kebutuhannya dalam pertanian perlu dikelola dengan baik. Di dalam melakukan irigasi, terutama pada daerah pertanian yang memiliki curah hujan rendah atau saat kemarau, perlu melakukan pengelolaan yang tepat. Hal tersebut supaya tidak harus membutuhkan lebih banyak air bila sumber air kurang mencukupi. Selain itu untuk meminimalkan efek salinitas dan pencemaran air tanah serta air permukaan oleh pestisida, nitarat, selenium. Beberapa langkah yang dapat diambil dalam mengelola irigasi antara lain meningkatkan konservasi air dan langkah-langkah penyimpanan, memilih jenis tanaman yang tahan terhadap kekeringan, menggunakan sistem irigasi yang sesuai supaya air dapat dikeluarkan sesuai kebutuhan, serta pengelolaan tanaman pertanian untuk mengurangi kehilangan air.
Pertanian selain mempengaruhi sumber daya air serta kondisi tanah, juga menyebabkan perusakan habitat hewan dan tanaman. Konversi habitat liar untuk lahan pertanian mengurangi satwa liar melalui erosi, sedimentasi pestisida, penghapusan tanaman riparian, dan pengalihan air. Efek tersebut berdampak pada predator alami bagi hama yang menyerang tanaman. Misal, perusakan habitat dan perburuan terhadap ular sawah akan berpengaruh terhadap peningkatan populasi tikus yang menyerang tanaman pertanian. Populasi tikus meningkat disebabkan populasi ular sebagai predator alaminya menurun. Keanekaragaman hayati harus tetap dipertahankan karena dapat meningkatkan ekosistem alami dan bisa membantu dalam pengelolaan hama pertanian.
Produksi hasil pertanian melibatkan perekonomian secara berkelanjutan. Strategi dalam memperhitungkan topografi, karakteristik tanah, iklim, hama, ketersediaan benih, pengelolaan lahan, dan management keseluruhan mempengaruhi hasil yang akan dicapai untuk memperoleh kebutuhan secara ekonomis.
Sustainable Agriculture dapat dikembangkan sebagai suatu kegiatan agrowisata atau ekowisata. Salah satu tempat tersebut adalah KPTT (Kursus Pertanian “Taman Tani”) di Salatiga tepatnya di Wisma Wates, KPTT, Jl. Mayangsari 2, Salatiga, Jawa Tengah, 50701.

 
Di KPTT Salatiga ditanam berbagai macam tanaman, dari sayuran, umbi-umbian, hingga buah-buahan. Pengolahan lahan pertanian di tempat ini mendukung pelestarian ekosistem dan lingkungan karena menggunakan pupuk dan pestisida alami. Dalam mengolah lahan menggunakan pupuk dan mulsa organik. Pupuk organik dibuat dari sampah daun dan sampah dapur yang didiamkan beberapa lama. Mulsa dibuat dari sampah dapur yang difermentasikan atau sampah tanaman yang dikumpulkan dan diletakkan di permukaan tanah yang ditanami. Selain itu digunakan mulsa non-organik berupa plastik yang dipasang menutup bedengan yang berfungsi menjaga kelembaban tanah dan mengurangi penguapan air. Di KPTT juga membuat peternakan sapi, kambing, dan ayam. Kandang-kandang hewan dibuat sedemikian rupa supaya kotoran dari hewan-hewan terseebut dapat tertampung dalam suatu tempat. Kotoran hewan yang terlah ditampung digunakan sebagai pupuk organik dan dibuat sebagai bahan biogas yang ramah lingkungan. Biogas disalurkan ke dapur dan digunakan untuk memasak.


 
Di tempat ini, terdapat kegiatan berupa pelatihan pengembangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pertanian. Pengunjung yang tertarik dapat tinggal beberapa waktu kurang lebih selama satu bulan untuk belajar mengolah lahan dan bertani. Untuk melakukan kegiatan tersebut, pengunjung akan diberi sebidang tanah untuk diolah. Di dalam sebidang tanah tersebut, pengunjung boleh menanam tanaman jenis apapun. Tetapi, dalam pengolahannya pengunjung wajib menjaga kesuburan tanah yang diolah dan menjaga tanaman dari hama serta hanya boleh menggunakan pupuk dan pestisida alami. Dengan melakukan hal tersebut, pengunjung juga dilatih untuk menjaga ekosistem dan mengembangkan pertanian tanpa merusak habitat tanaman dan hewan. Di KPTT ini pengunjung juga dapat memetik dan membeli sayuran atau buah-buahan segar langsung dari tempatnya.

 Bagi pengelola sendiri dengan dibukanya kegiatan pelatihan dan agrowisata tersebut dapat meningkatkan pendapatan bagi pengelola tempat KPPT. Selain hasil dari kegiatan pelatihan, pendapatan juag didapatkan dari penjualan hasil tanam dan bibit-bibit tanaman yang dikelola oleh koperasi di tempat tersebut.
Dibentuknya agrowisata dan ekowisata saat ini banyak menarik minat orang-orang. Selain sebagai tempat liburan bagi keluarga, juga dapat memberi ilmu dan pelatihan tentang menjaga ekosistem dan kelestarian tanah, air, dan keanekaragaman hayati di lingkungan yang saat ini mengalami kemunduran atau kerusakan akibat iklim dan polusi.


Pustaka:

Anonim, 2007, Sustainable Agriculture, dalam http://buletinagraris.blogspot.com/2007/12/sustainable-agriculture.htmldiakses24November2012















0 komentar:

Posting Komentar